Atau Atau
Wednesday , November 14 2018
Home / Tips & Trik / Harus Tahu, 7 Kiat Sukses Bangun Bisnis Bareng Teman

Harus Tahu, 7 Kiat Sukses Bangun Bisnis Bareng Teman

Kanglukman.com – Harus Tahu, 7 Kiat Sukses Bangun Bisnis Bareng Teman – Punya usaha bersama teman memang menguntungkan, tapi bisa juga menimbulkan masalah jika Anda tidak bisa memisahkan hubungan pribadi dengan hubungan kerja. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Punya usaha sendiri memang menyenangkan,tapi sering kali untuk memulai usaha sendiri butuh keberanian dan mental yang kuat, modal yang besar dan kemampuan manajerial. Akan lebih ringan bila usaha dilakukan dengan seorang partner untuk memulainya.
Bila Anda seorang tipe yang sulit menaruh kepercayaan kepada orang lain dan tak mau ambil risiko, tak ada salahnya mengajak teman atau sahabat lama Anda menjadi mitra bisnis.

Membangun bisnis bersama teman jauh lebih mudah dan menyenangkan dibandingkan dengan orang yang baru dikenal. Pasalnya, kita sudah memahami karakter dan gaya satu sama lain, dan ini menjadi modal awal untuk memperkuat posisi kerja sama tersebut.
Tapi sayangnya, tak semua bisnis bareng teman selalu berbuah manis. Seringkali cobaan datang menghadang, bahkan bisa mengancam hubungan pertemanan karena salah dalam mengelola bisnis.

Berikut 7 Kiat SuksesAgar Bisnis Yang Anda bangun Bareng Teman bisa Sukses :

1. Jalin Bisnis dengan Teman yang “Benar-benar Teman”
Kalau boleh diartikan, teman yang benar-benar teman itu sama dengan sahabat. Sahabat akan senantiasa selalu membantu kita saat dalam keadaan susah maupun senang.begitupun dalam bisnis yang akan dijalankan bersama teman.
Nah, saat usaha bersama Anda sedang mengalami ujian, loyalitas partner Anda akan diuji. Biasanya mereka yang hanya merupakan teman tidak akan segan-segan meninggalkan usaha bersama, saat dia merasa tidak ada harapan lagi dalam menjalankan bisnis yang dibangun bersama.
Sedangkan mitra bisnis yang merupakan sahabat, akan tetap loyal meskipun perusahaan sedang dilanda keterpurukan. Karena sebagai sahabat, dia yakin bahwa musibah tersebut merupakan jalan menuju kesuksesan di kemudian hari.

2. Memiliki Kecocokan Karakter
Bila Anda tak bisa menggandeng sahabat, tak masalah menggandeng teman biasa selama Anda mengetahui karakter teman Anda tersebut.
Anda harus membandingkan dengan karakter Anda sendiri, sehingga Anda dengan partner bisnis Anda bisa saling mengisi. Hal ini penting sekali untuk membangun chemistry dalam berbisnis.
Selain itu, karakter yang cocok juga penting agar Anda bedua mampu menjalankan bisnis dengan tanggung jawab yang sama serta loyalitas yang sama pula. Agar bisa harmonis,

3. Sudah Ada Chemistry
Karena sudah sering bersama, Anda tak perlu lagi membangun chemistry dengan teman Anda. Anda tentu sudah mengenal karakter teman Anda, sehingga Anda lebih klop jika berinteraksi dengan teman Anda tersebut. Dan meski memiliki banyak perbedaan sifat, karakter, dan perilaku, dia adalah orang yang paling mengerti kita.
Tentunya akan berbeda jika Anda mencari orang baru untuk menjadi partner bisnis Anda, sebab Anda harus beradaptasi dengan karakternya.
Selain itu, jika berbisnis dengan orang baru, Anda harus mengetahui latar belakangnya, apakah dia pernah melakukan kecurangan dalam bisnis sebelumnya, atau malah tindakan kriminal (penipuan). Terkadang karena ketidaktahuan seseorang terhadap partner bisnisnya membuatnya terkejut dan tidak puas terhadap kinerjanya.

4. Komitmen
Langkah selanjutnya adalah penentuan bidang usaha yang ingin digeluti. Disarankan agar memilih bidang sesuai keahlian dasar salah satu pihak yang mana jauh lebih minim resiko.
Hindari bidang baru yang masih awam dan tak sesuai keahlian. Misalnya, jika Anda atau teman Anda jago merakit komputer, dianjurkan agar tak menekuni usaha kuliner.
Setelah ada komitmen di awal tentang penentuan usaha yang akan dijalankan, Anda perlu saling introspeksi diri. Jangan cuma menganalisa kemampuan berbisnis teman. Anda juga perlu melihat ke dalam diri sendiri, apakah kondisi Anda.

5. Tentukan Tujuan dan Target Usaha
Setelah Anda melihat adanya peluang usaha dan ingin membuka usaha dengan teman, Anda segera tentukan tujuan dan target penjualan serta peran masing-masing pihak.
Hal ini perlu dilakukan secepat mungkin, agar mengetahui apakah Anda dan teman Anda merupakan pasangan yang tepat untuk membuka usaha bersama. Jika ternyata Anda berdua tidak sepaham, belum terlambat untuk membatalkan. Jangan sampai persahabatan rusak gara-gara usaha yang tidak berjalan sesuai rencana.
Selain itu, sebuah usaha mustahil berkembang pesat tanpa suntikan modal usaha memadai. Kunci sukses berbisnis dengan teman yaitu menyuntik besaran modal secara transparan dan berimbang. Uang yang disetor sebagai modal harus murni investasi, bukan dana kebutuhan keluarga, sehingga terhindar dari masalah pribadi.

6. Buat Surat Kontrak
Sebelum memulai usaha, penting untuk membuat surat perjanjian yang berlandaskan hukum, berupa kontrak tertulis di atas kertas yang dilengkapi materai, termasuk poin soal pembagian tugas dan keuntungan.
Dengan demikian, bakal terhindar dari permasalahan sepele di masa depan. Kontrak wajib diperbarui setiap terjadi penambahan modal sebagai imbas usaha yang makin berkembang.
Di sini berlaku pepatah \”bisnis adalah bisnis\”, sehingga meski menjadikan teman sebagai mitra bisnis, perlu sebuah payung hukum yang memperkuat kerja sama Anda dengan teman Anda.

7. Pembagian Tugas
Pembagian tugas serta kewajiban masing-masing pihak harus dibicarakan dan ditetapkan sebelum usaha berjalan. Semua harus jelas dan tercatat dalam kontrak kesepakatan. Apabila semua pihak ingin aktif, maka perlu susunan posisi struktural demi menentukan puncak pimpinan.
Pastikan juga Anda bekerja secara profesional, dan bedakan antara bekerja dan bermain. Bisa saja saat Anda berkumpul dengan teman, yang Anda ingin lakukan adalah curhat, berbelanja, atau pergi ke tempat kongkow bersama. Namun saat sedang dalam keperluan kerja, sebaiknya hindari kegiatan seperti itu. Ingat, Anda adalah pemilik usaha yang harus bekerja secara profesional.
Jika Anda menjalankan bisnis skala mikro dan kecil, itu tak memerlukan tenaga karyawan dalam jumlah banyak. Di sini peran pendiri harus bisa menempatkan diri sebagai karyawan sekaligus pemilik bisnis.
Prinsipnya, company is me. Saya adalah pemilik sekaligus karyawan perusahaan tersebut. Ketika usaha mulai berkembang dan punya modal lebih besar, baru boleh mempekerjakan beberapa karyawan.

About adminJuragan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: